Artikel : Wajah Website [anda] adalah Citra [anda] Sebenarnya ?


judge its coverGeometrin – Memiliki dan mengelola website sama halnya dengan memiliki rumah sendiri. Layaknya sebuah rumah yang perlu dirawat, dibersihkan, diberi ornament, dan dikelola kenyamanan serta keindahannya bukan untuk penghuninya saja tapi juga untuk para tamu seperti saudara, sahabat atau kolega yang kebetulan datang berkunjung. Dengan kondisi rumah yang demikian terjaga, siapapun yang sedang berada didalamnya merasa betah dan ingin berada ditempat itu lebih lama. Bayangkan jika rumah tersebut juga difungsikan sebagai tempat mengelola usaha/bisnis anda. Minimal sebagai gerai atau galeri pameran produk yang anda pasarkan, dengan kondisi rumah yang nyaman tadi dapat membuat para tamu merasa betah dan ingin tinggal lebih lama. Maka itulah kesempatan langka dan waktu yang tepat untuk lebih bisa memperkenalkan profile produk yang terpajang digaleri. Tentunya situasi tersebut membuka peluang lebih besar agar produk yang secara tidak langsung ditawarkan tadi ternyata diminati oleh para tamu. Memang tidak mudah, tapi jika hal tersebut dapat dimengerti dan dimaknai lebih jauh maka jalan menanjak tahap 1 telah dilalui.

Setelah berhasil melewati tahap 1, ini bagian yang tidak kalah pentingnya. Bagian ini merupakan pengembangan proses sebelumnya yakni tentang detail. Melihat dan mempelajari detail, dapat dimulai dengan mengamati selembar kain batik. Motif pola dan warna dari kain batik merupakan perpaduan yang menarik. Paduan antara motif pola, warna dan ornament tambahannya dapat menimbulkan kesan tradisionil, atau bisa juga menimbulkan kesan modern atau bahkan dapat pula yang muncul kesan campuran keduannya tradisional-modern bagi lain mata yang memandangnya. Berbeda mata dapat pula berbeda rasa. Yang terpenting adalah ketika batik tersebut dikenakan, memang tetap terasa nyaman. Tetapi tidak sedikit juga dari sebagian kita mengartikan motif , pola dan perpaduan warna menjadi unsur penting, menyatu dan hal ini tidak pula bisa dipisahkan dari unsur kenyamanan jika dikenakan. Mengapa ? maka demikianlah jalan berbelok tahap 2 ini.

Tahap terakhir ini tidak lagi tentang nyaman dan detail, karena mereka berdua telah melebur menjadi satu-kesatuan. Ini tentang apa/siapa yang mendiami rumah nyaman dan kain batik tadi. Bayangkan jika apa/siapa itu adalah seseorang sebut saja ‘iwan fal*’. Dia adalah sosok seniman yang cukup hansom, cool dan berkarakter (kata iklan merk kop*) tapi memang kurang-lebihnya sosok yang tergambarkan tentangnya seperti itu. Bayangkan kembali sosok tadi keluar dari suatu bangunan rumah nyaman dan indah sambil menggunakan baju dari kain batik dengan motif , pola dan warna serasi dengan kesan modern-klasik yang mendominasi. Kemudian tak lama dia mengeluarkan beberapa kalimat untuk memulai pembicaraan dengan para wartawan. (Kira-kira para wartawan ini berharap sesosok orang berkarakter tadi akan berbicara tentang apa ya?) Materi yang akan disampaikan sesosok tadi bagi kita mungkin bukan sesuatu yang penting. Dan bagi sebagian lainnya menganggap yang penting adalah bagaimana cara bang Iwan Fal* yang legendaris menyampaikan/berbicara.( Bisa saja dia mulai berbicara sambil memutar-mutar rambut dengan jari telunjuk kanannya dengan tangan kiri terlipat menempel didepan perut/dada layaknya gadis alay umur 14an tahun sedang bicara dengan lawan jenisnya atau bisa juga sambil melipat tangan kiri menempel didepan perut/dada dan tangan kanan sedikit tertekuk dengan punggung jari-jari tangan menahan dagu karena kepala agak menunduk lalu kemudian berbicara dengan nada suara agak sengau-sengau sedikit bukan karena pilek ? tentu saya tidak berharap demikian karena itu bukanlah karakter beliau). Benar sekali, bagian ini membahas tentang Karakter. Layaknya bang Iwan, Website haruslah memiliki karakter. Karakter yang melekat pada diri seseorang tidak ikut keluar pada saat sesorang dilahirkan. Karakter itu kemudian muncul dan menguat setelah sesorang mengalami suatu proses kehidupan dan diwujudkan dalam pemikiran dan menjadi cara pandangnya / cara fikirnya. Begitu pula  dengan Website ini. Bagaimana halaman demi halaman yang disusun dengan rapi diisi oleh informasi yang berkualitas dan tentu saja erat kaitannya dengan tujuan pembuatannya.  Inilah aspek ketiga yang juga akan dilebur kedalam leburan pertama tadi antara keindahan, kenyamanan dan detail. Dan Itulah Website yang Kerenn kawan!! So, khususnya untuk masalah Website ini says… “Do Judge a Book by It’s Cover”… karena Cover adalah wujud dari Identitas dan Integritas. “setelah menaiki jalan menanjak dan berkelok sudah tiba masa melewati jalan lurus dan berujung… “ –wwg-

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Sekilas PLANDORA : “Aplikasi Manajemen Proyek berlisensi LGPL”


Geometrin – Bagi anda yang sudah familiar atau lebih dulu mengenal dan menggunakan aplikasi manajemen proyek seperti Ms.Project maka anda akan dapat dengan mudah mengenali perangkat manajemen proyek yang lain. Adalah PLANDORA aplikasi manajemen proyek yang dikembangkan oleh Tim dari Universitas di brazil. PLANDORA memiliki kelebihan yang salah satunya mampu berjalan pada jaringan komputer alias berbasis Web. Artinya dengan kelebihan ini, pengguna akan dimudahkan dalam melakukan aktivitas manajerial proyek mengingat aktivitas dalam kegiatan proyek dan manajemennya akan melibatkan banyak bagian/divisi terkait (lintas sektoral), tuntutan dokumentasi pekerjaan, sistem kerja yang parallel dan lainnya. Beberapa fitur yang ditawarkan juga telah mencakup kebutuhan utama dari suatu manajemen proyek, fitur tersebut antara lain :

  • Dapat mencakup Banyak pengguna /Multiples roles seperti misalnya Project Leader, Project Resource, Customer and System Administrator (Root). Tentunya masing-masing pengguna akan diasosiasikan dengan antarmuka yang berbeda dalam sistem..
  • Sistem menyediakan Aplikasi Antarmuka Grafis (GUI) bagi customer untuk membuat suatu permintaan/requirement dan dapat mengamati status permintaan tersebut . (see the screenshot)
  • Para pememipin proyek/divisi dapat mengakses satu atau lebih tugas dan permintaan dan dapat menugaskannya kepada bagian yang lebih spesifik.
  • Penugasan pekerjaan/proyek dapat diamati melalui tampilan grafis berupa grafik Gantt. (see the screenshot)
  • Tim Proyek dapat memantau Tugas dan permintaan yang diarahkan kepadanya melalui agile board. Ini sangat bermanfaat untuk digunakan sepanjang perencaan pengerjaan proyek berlangsung atau juga pada rapat harian. (see the screenshot)
  • Sistem Administrator dapat melakukan manipulasi/perubahan dalam sistem dan tentunya dapat mengakses sistem dengan menggunakan Query SQL. (see the screenshot)
  • Sistem ini berbasis multiplatform. Dikembangkan menggunakan Java dan menggunakan Database (MySQL) dan web server (Jakarta Tomcat).

Dan yang paling penting lagi adalah aplikasi ini berlisaensi LGPL artinya totally opensource. “Anyone is allowed to use, modify and resell fully or partially this system (including commercial usage)”

-wwg-

Leave a comment

Filed under Aplikasi

Panggil saja Abah, anakku…

Bagiku panggilan itu sama seperti lainnya
Hanya saja pendengaranku membuat hatiku lembut ketika aku mendengungkan dalam hati kalimat itu dan kelak suatu saat kau ejakan pula padaku ..A..A..B…A…H..H….
..iya..anakku …ini Abah…

Panggil saja Abah, anakku…
Panggilan itu serasa hangat dan menenangkan jiwa
Sehangat canda-tawa keluarga ditepian pematang sawah yang sedang berteduh diri dari terik
Menyukupkanku & selalu ungkap syukur padaNya

Panggil saja Abah, anakku…
Dengan begitu engkau dapat bermanja-manja dipangkuanku tanpa sungkan
Menarik-narik janggutku, berbisik-bisik kecil ditelingaku tanpa ragu
dan mengkecup lembut pipiku dengan lembut
Tanpa rasa khawatir bahwa kelak sebutan itu tidak menjadikanku seperti raja yang engkau hormati karena takut akan kerasnya watakku, melainkan engkau pahami karena aku adalah imammu, pengemban amanahNya atas dirimu anakku…
(gir)

1 Comment

Filed under Uncategorized

TUGAS IBL PASCA UTS (PAGI & SORE)

Segenap mahasiswa MK.IBL (Ilmu Bahan Listrik) setelah UTS mempersiapakan materi tugas yang telah saya kelompokkan dan bisa diunduh dilink ini.

giri

2 Comments

Filed under Uncategorized

Marhaban Yaa Ramadhan

Selamat Menunaikan Ibadah di Bulan Ramadhan

Leave a comment

Filed under Uncategorized

LED dan Resistor pembatas arus

Jika kita berhubungan dengan LED, kita akan diingatkan oleh setiap orang bahwa kita membutuhkan sebuah resistor pembatas arus tapi sebagian besar dari mereka tidak akan mengatakan alasannya.

Pada tulisan kali ini saya akan berusaha menunjukkan mengapa menggunakan resistor pembatas arus dalam mencatu LED adalah sebuah ide bagus. Dan kapan kita aman untuk mencatu LED tanpa menggunakan resistor apapun.

LED dengan resistor pembatas arus

Jika kita melihat datasheet dari LED kita akan tahu bahwa grafik karakteristiknya tidaklah linear. Sebuah LED pada prinsipnya sama dengan diode yang merupakan sebuah semikonduktor – yang tentu berperilaku berbeda dibandingkan resistor

Jika kita menerapkan tegangan tertentu pada resistor kita akan dapat menghitung arus  dengan rumus

where:

  • Power supply voltage (Vs) is the voltage of the power supply: e.g. a 9 volt battery.
  • LED voltage drop (Vf) is the voltage drop across the LED. Typically, this is about 1.8 – 3.3 volts; it varies by the color of the LED. A red LED typically drops 1.8 volts, but voltage drop normally rises as the light frequency increases, so a blue LED may drop around 3.3 volts.
  • LED current rating (If) is the manufacturer rating of the LED (Although the above formula requires the current in amperes, this value is usually given by the manufacturer in milliamperes, such as 20 mA).

I = V/R

Contoh : I= 5Volt/100Ohm=50mA

Tentu saja hal serupa tidak akan berlaku pada LED karena LED tidak berkerja seperti halnya resistor yang linear. Jika kita melihat grafik diatas, kita dapat menaikkan tegangan dari 0 Volt hingga 1,6 Volt tanpa tanpa menghasilkan sebuah arus yang berarti, namun setelah itu penambahan sedikit tegangan kepada dioda akan menghasilkan arus sehingga meyebabkan LED menyala. Ini dikarenakan tegangan pada nilai tersebut merupakan tegangan forward yang dibutuhkan untuk membuka gerbang PN. Tegangan forward untuk LED biasanya bernilai 1,7 hingga 2,2 Volt.

Setelah melampaui tegangan forward, perubahan kecil pada LED akan menghasilkan perubahan  besar dalam arus forward. Datasheet biasanya menetapkan nilai absolute maximum rating untuk IF pada nilai 25 mA. Jika kita menerapkan tegangan yang menghasilkan arus yang lebih besar dari nilai absolut maksimum tersebut maka LED tersebut akan rusak.

Sehingga adalah penting untuk tetap membatasi arus pada LED, karena jika kita langsung mencatu LED dengan tegangan 5V langsung dari catu daya, maka itu sama saja kita  membakar LED tersebut. Arus yang besar akan merusak gerbang PN. Itu adalah sebab utama mengapa resistor pembatas arus digunakan

Asumsikan kita memiliki LED dengan maximum rating IF : 25mA pada VF : 2,1 Volt (nilai Vf  didapatkan dari grafik diatas). Jika kita ingin menggunakan catu daya 5 Volt, maka kita harus menggunakan resistor untuk mendisipasi 2,9 Volt sisanya. Sehingga nilai resistor yang dibutuhkan adalah

R = V/I = (5 Volt – 2,1Volt)/25mA =116 Ohm

Untuk amannya, kita menggunakan resistor dengan resistansi 120 Ohm atau lebih besar lagi 150 Ohm.Sehingga dengan cara tersebut kita tidak mencatu LED pada nilai maximum rating-nya. Jika kita memilih menggunakan arus 20 mA maka tegangan yang digunakan adalah 2 Volt sehingga nilai resistor yang digunakan

R = V/I = (5 Volt – 2Volt)/20mA =150 Ohm

Baiklah, 150 ohm tampaknya merupakan nilai yang tepat. Untuk keamanan kita juga perlu mengetahui disipasi daya yang bisa didapatkan dari

P = V*I = 3Volt*2Volt =60 mW

Sehingga, kita bisa memilih resistor dengan resistansi 150 ohm dan rating daya ¼ watt.

Resistor Tanpa Pembatas Arus

Sebelumnya, kita harus mengerti, mengapa kita ingin menyingkirkan resistor dalam rangkaian kita? Ada dua alasan yang pokok. Pertama resistor membuang energi, karena resistor merubah energi listrik menjadi panas padahal kita menginginkan agar energi listrik tersebut diubah menjadi cahaya LED. Hal kedua  yang tak kalah penting adalah dengan menghilangkan resistor kita akan mengurangi jumlah komponen yang berarti harga rangkaian akan lebih murah dan setidaknya kita juga akan menghemat ruang dalam PCB.

Ada dua cara untuk mem-bypass resistor. Cara pertama dengan menggunakan tegangan yang lebih kecil. Jika kita bisa untuk menggerakkan rangkaian kita dengan tegangan yang sama dengan tegangan forward LED maka –sempurna – tidak ada resistor yang dibutuhkan.

Metode lain yang digunakan adalah dengan menggunakan Modulasi Lebar Pulsa atau Pulse Width Modulation (PWM) yang berarti kita menswitch LED bergantian hidup dan mati. Jika kita melakukan switching dengan sangat cepat, maka mata kita tidak akan sanggup melihat peralihan hidup dan mati tersebut. Cara yang terakhir ini begitu rumit dan panjang sehingga tidak akan dijelaskan di sini.

Pada akhirnya dalam beberapa kasus tertentu, adalah aman jika kita menggunakan LED tanpa pembatas arus sama sekali. Disinilah perlunya melihat lebih dekat spesifikasi sebuah komponen sehingga dapat menjadi pertimbangan kita dalam merancang sebuah rangkaian elektronika (source : http://kliktedy.wordpress.com )

Leave a comment

Filed under Elektronika Dasar

jogja earthquake

(All photograph by : wahyugiri)

Leave a comment

Filed under Album